Resmikan Pembangunan Padat Karya Tunai Desa di Kecamatan Muara Lawa.

Bupati Kutai Barat, saat tandatangani papan prasasti salah satu bangunan PKTD di Kecamatan  Muara lawa. Foto: Welin (Diskominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Padat Karya Tunai merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat marginal/kurang mampu yang bersifat produktif dengan memanfaatkan sumber daya alam, tenaga kerja serta teknologi lokal. Program ini dimaksudkan untuk mengurangi kemiskinan, meningkatkan pendapatan dan menurunkan angka stanting. Dalam meningkatkan pelayanan yang baik kapada masyarakat Bupati Kutai Barat secara simbolis meresmikan sarana dan prasera kampung didampingi Wakil Bupati Kutai Barat, Pj Sekretaris Daerah Kutai Barat, Asisten II Setdakab Kutai Barat, Kepala DPMK Kutai Barat, Kepala Kesbangpol, Direktur BPBD, Camat Muara Lawa dan unsur lembaga kampung, di kantor BPU kampung Muara Lawa Kecamatan Muara Lawa. Sabtu 22/08/2020

Pemerataan pembangunan dalam beberapa wilayah di Kutai Barat telah menjadi prioritas utama pemerintah Kutai Barat, sejak tahun 2016 lalu, memasuki tahun keempat kepemimpinan Bupati  FX Yapan dan Wakil Bupati H Edyanto Arkan tetap konsisten akan hal tersebut. Seperti; pada tahun Anggaran 2017 yang lalu dilaksanakan Pengadaan dan Pemasangan Pipa Distribusi dari IPA Pusung menuju Muara Lawa dan Lambing dengan Total Anggaran 6,1 Milyar Rupiah lebih, kedua Pembangunan Jalan Konektivitas Jalan Poros menuju Lotaq dan Muara Begai secara bertahap pada Tahun Anggaran 2018, 2019 dan 2020 sebesar 3 Miliar Rupiah,  Hal diatas membuktikan, Pemerintah telah membangun Kutai Barat berdasarkan apa yang menjadi kebutuhan dan bukan kepentingan semata demi terwujudnya pemerataan pembangunan diseluruh wilayah Kutai Barat.

Bupati Kutai Barat FX Yapan mengatakan, Program Padat Karya ini merupakan program pengembangan dan perluasan kesempatan kerja dan merupakan upaya pemerintah untuk memberdayakan masyarakat dan mengoptimalkan potensi daerah yang dapat dikembangkan sebagai peluang peningkatan pendapatan, aksesibilitas masyarakat dan peningkatan perekonomian lokal.

Beberapa kampung di Kecamatan Muara Lawa mari melihat dan menggali potensi, baik Wisata Budaya dan Wisata Alam yang terdapat diwilayahnya untuk dapat dikembangkan dengan baik agar menjadi salah satu alternatif sumber penghasilan bagi kampung.

“Apalagi kita baru saja merayakan moment bersejarah bagi Bangsa Indonesia yaitu Peringatan Kemerdekaan, kiranya Sub Tema ‘Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Tingkatkan Sumber Daya Manusia, Inovasi, serta Potensi Daerah Agar Semakin Produktif Menuju Indonesia Maju’ untuk mewujudkan hari esok lebih baik dari pada hari ini dapat diimplementasikan dengan baik kedepan,”harapnya

“Pemerintah Kabupaten  Kutai Barat sangat mengapresiasi atas capaian kampung Muara Lawa yang berhasil meraih predikat Mandiri, kiranya hal tersebut dapat dipertahankan dan dicontoh Kampung lainnya. Kepada para Petinggi dan BPK untuk  dapat meningkatkan koordinasinya satu sama lain dan seluruh elemen pembangun dikampung, selanjutnya  lebih berperan aktif dalam menyusun program kerja dikampung masing-masing sehingga kedepannya status IDM kampung dapat meningkat dari tahun sebelumnya,”Bupati mengimbau.

Sementara menurut Camat Muara Lawa Suhaimi dalam laporannya menyebutkan, terkait peresmian bangunan Padat Karya Tunai Desa (PKTD) di 8 Kampung dalam wilayah Kecamatan Muara Lawa yang sumber dananya dari dana desa, APBN, APBD Tahun 2015 s/d 2020 kegiatan yang sudah dilaksanakan antara lain yaitu Kampung Payang (Posyandu Lansia), Kampung Cempedas (Jembatan Gantung), Kampung Muara Lawa (Gedung BPU), Kampung Benggris (Kantor Desa) Kampung Lambing (Posyandu Lansia & Balita) Kampung Muara Begai (Gapura Kampung) Kampung Dingin (Semenisasi Gang) Kampung Lotaq (Semenisasi Jalan).

Selain peremian pembangunan padat karya tunai desa, Bupati Kutai Barat dalam kesempatan tersebut juga menyerahkan masker dalam rangka lounching gerakan setengah milyar masker dan penyerahan pupuk cair secara simbolis yang diberikan kepada Kelompok Tani mengkayoongk Jaya dari Kampung Lambing, Kelompok Tani Bersama dari Kampung Lotaq dan Kelompok Wanita Tani Mandiri dari Kampung Bangeris.

Penulis: Welin, Editor: Hermanto Y.