Penutupan Pestival Melayu 2022

Penutupan Pestival Melayu 2022

Bupati Kutai Barat FX. Yapan didampingi Yayuk Sri Rahayu Yapan bersama Kadis Pariwisata Kubar lakukan foto bersama masyarakat kecamatan Melak usai penutupan Festival Gemeoh Muara Siam Ulat Telingga Matu. Foto : Lilis (Diskominfo).

Kominfokubar-Melak.  Telah terlaksana seminggu Pagelaran Budaya Melayu, Festival Gemeoh Muara Siam Ulat Telingga Matu (Siam- Ultima) resmi ditutup oleh Bupati Kutai Barat pada Selasa 10 Oktober 2022 malam kemarin.

Pada penutupan tersebut, Bupati menuturkan dalam sambutannya bahwa festival ini merupakan kegiatan luar biasa, kegiatan yang membangunkan kembali budaya lokal yakni adat melayu terlebih juga dengan ini membangun ekonomi masyarakat.

“Saya ingin kedepannya semua dapat membangun inovasi dan membuat terobosan-terobosan tanpa menunggu perintah. Ini harapan saya untuk 16 Kecamatan dan 140 kampung,” tutur FX Yapan dimimbar panggung.

Ditambahkannya dengan adanya kegiatan festival ini dapat mendukung dalam melestarikan dan mengembangkan kesenian serta budaya yang mana dalam hal ini merupakan wujud partisipasi dan wujud kebersamaan dimana guna membangun masyarakat Kutai Barat yang hebat dan bermartabat melalui bidang seni dan budaya serta pariwisata.

“Mari bersama membangun Kutai Barat, dan juga saya ucapkan selamat sekaligus saya berpesan kepada pemenang lomba agar tidak berpuas diri dan tidak berhenti sampai disini. Teruslah berkreasi dan terus berupaya menggapai prestasi puncak untuk kemajuan seni, budaya dan pariwisata sebagai salah satu bentuk wujud dukungan,” pesannya.

Kemudian ia juga menyampaikan ucapan selamat dan terima kasih serta penghargaan kepada pemerintahan Kecamatan Melak dan Panitia Penyelenggara dan juga kepada segenap masyarakat Kecamatan Melak juga seluruh peserta berbagai lomba yang sudah aktif terlibat. Yang mana tidak hanya dari kawasan Kecamatan Melak yang telah berpartisipasi hingga festival ini dapat terlaksana dengan meriah dan penuh makna.

“Saya atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Barat mengucapkan terima kasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya dan juga mengucapkan selamat atas Hari Jadi Kecamatan Melak ke 221 tahun dan Hari Jadi Pemerintah Kecamatan Melak ke 110. Festival Melayu Gemeoh Siam Ultima dengan ini saya nyatakan resmi ditutup,” pungkas Bupati Kutai Barat dalam sambutannya.

Lalu disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Yuyun Diah Setiorini mengungkapan bahwa dengan ivent festival yang diadakan ini, yakni upaya untuk meningkatkan atau mendorong perekonomian masyarakat dan ekonomi kreatif setelah dampak dari Pandemi Corona Virus Diseace (Covid 19) agar dapat pulih kembali perlahan-lahan.

“Kami harapkan ivent festival ini dapat digelar diseluruh kecamatan. Dan juga kami mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Barat yang telah  mendukung kegiatan pariwisata selama ini. Dan juga terimakasih kepada Pemerintah Kecamatan yang telah bekerjasama melaksanakan festival ini dengan sangat baik, lancar dan aman,” beber Kadispar.

Dan Camat Melak H. Mauliddin Said juga menjelaskan bahwa kegiatan festival ini merupakan  sejarah pertama kali dilaksanakan dan berharap tahun berikutnya dapat dilaksanakan dengan lebih meriah kembali. Dan meminta seluruh dukungan masyarakat terutama yang berada di Kecamatan Melak bersama-sama membangun kearifan lokal dan memunculkan kembali budaya lokal yakni budaya Kutai.

“Mari bersama-sama etam memunculkan budaya etam, bersama berkomitmen, bersatu merekat dan melakat. Amun hekda etam siapa lagi,” pungkas Camat dalam Laporannya.

Penulis : Lilis.     Editor : Emanuel

Pemilihan Monaq Dan Ringeng Tahun 2022

Pemilihan Monaq Dan Ringeng Tahun 2022

Lilian Viarin dari Kecamatan Siluq Ngurai terpilih menjadi Monaq dan Nurvia Minarti Ribka dari Kecamatan Damai terpilih sebagai Ringeng pada Grand Final Pemilihan Monaq dan Ringeng Kutai Barat tahun 2022. Foto : Aryo (diskominfo).

Kominfokubar-Sendawar, Dalam rangka meningkatkan gairah kepariwisataan di Kutai Barat melalui pembinaan kualitas SDM dan pengembangan keperibadian yang berintegritas Dinas Parawisata menggelar pemilihan Monaq dan Ringeng tahun 2022 yang di ikuti sebanyak 32 peserta yang mewakili 16 kecamatan di kabupaten Kutai Barat. Kamis 6/10/2022).

Acara yang di gelar di Auditorium Aji Tulur Jejangkat dihadiri Bupati Kutai Barat FX. Yapan, Sekretaris Daerah dan sejumlah kepala OPD serta unsur forkopimda. Kegiatan pemilihan Monaq dan Ringeng ini telah dilaksanakan sejak senin 3 oktober hingga kamis 6 oktober 2022 dengan berbagai kegiatan seperti pertunjukan keterampilan dan bakat oleh para peserta, interview, outbond dan cara memberikan pertolongan pertama dilanjutkan dengan seminar pengembangan okonomi kreatif hingga acara grand final.

Bupati Kutai Barat FX.Yapan dalam sambutannya mengatakan, Monaq menurut cerita rakyat pada jaman dahulu adalah sosok pria yang berwibawa gagah perkasa serta penuh dengan kebijaksanaan demikian juga dengan Ringeng adalah sosok wanita yang kuat, tegar, tabah, bijaksana dan penyayang kedua tokoh ini merupakan manifestasi dari pasangan ideal yang dapat memberikan pengaruh bagi masyarakat untuk berbuat lebih baik.

Lebih lanjut ia berharap agar para finalis pemilihan monaq dan ringeng ini dapan mengambil pesan moral dari cerita Monaq dan Ringeng dan menerapkanya di kehidupan dalam bermasyarakat serta berkontribusi untuk pembangunan kabupaten Kutai Barat,

“saya berharap Monaq dan Ringeng ini dapat menjadi pioner untuk meningkatkan pengembangan pariwisata  dan kegiatan ekonomi kretaif di Kutai Barat.” Jelasnya.

Setiap pasangan finalis monaq dan ringeng akan diberikat tugas masing–masing di setiap kecamatanya salah satunya adalah menggali potensi pariwisata baik alam maupun budaya serta dapat bekerja sama dengan unsur pemerintah setempat untuk pengembangan dan penyebarluasan informasinya.

Setelah melalui rangkaian sesi tanya jawab dan penilaian para juri terhadap para finalis, akhirnya Lilian Viarin dari Kecamatan Siluq Ngurai terpilih menjadi  Monaq dan Nurvia Minarti Ribka dari Kecamatan Damai terpilih sebagai Ringeng.

Grand final tahun ini menghadirkan juri berkompeten yaitu Syuni Yantho, Onia Karlina Hiping, perwakilan Bankaltimtara Cabang Sendawar, Alfrida Kadang, Corry Elisabeth Korah (Putri Duta Wisata 2009) dan Ardi (alumni Putra Duta Wisata Kubar 2012).

Penulis : Aryo.   Editor : Emanuel

Festival Melayu Dalam Rangka Memperingati Hari Jadi Kecamatan Melak Ke-221

Festival Melayu Dalam Rangka Memperingati Hari Jadi Kecamatan Melak Ke-221

Bupati Kutai Barat di dampingi wakil bupati membuka festival Melayu Perdana di kecamatan Melak. Foto : Lilis (Diskominfo).

Kominfokubar-Sendawar. Perdana Pagelaran Budaya Melayu dilaksanakan di Kabupaten Kutai Barat, dimana digelar dua festival yaitu Festival Melayu dan Festival Perahu Melayu dalam rangka memperingati hari jadi Kecamatan Melak ke 221 tahun dan juga hari jadi Pemerintah Kecamatan Melak ke 110 tahun yang dilaksanakan meriah di Pesisir Mahakam yaitu Muara Siam Ulaq Telinga Matu (Siam Ultima) Kecamatan Melak. Dimana kegiatan tersebut digelar selama 8 hari yakni dimulai sejak 3-10 oktober mendatang yang mana juga mengangkat tema ‘Gemeoh’ yang artinya berkumpul.

Dalam festival tersebut dibuka langsung oleh Bupati Kutai Barat FX Yapan, dimana ia mengatakan bahwa melalui pelaksanaan festival ini kiranya semakin mendorong pelestarian adat istiadat serta kebudayaan asli dan juga mendorong peningkatan ekonomi masyarakat lokal.

Diharapkan dengan kegiatan ini mampu untuk menggali dan mengangkat kearifan lokal masyarakat Kecamatan Melak serta juga sebagai salah satu bentuk upaya untuk mengenalkan warisan budaya lokal terutama kepada generasi muda.

Dan juga ia meminta dukungan seluruh masyarakat dalam rangka memeriahkan kegiatan budaya ini dengan bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan.

“Kiranya bersama mensukseskan kegiatan ini hingga penutupan, saya berpesan agar kita selalu menjaga lingkungan bersama agar tetap bersih,” ungkapnya dimimbar pada saat sambutan.

Bupati imbau kiranya kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan rutin yang mana dengan moment ini menjadi tolak ukur kebangkitan seni dan budaya lokal yang dibalut dalam keindahan pesona Kutai Barat.

“Saya ucapkan selamat atas hari jadi Kecamatan Melak ke 221 tahun dan hari jadi Pemerintah Kecamatan Melak ke 110 tahun kiranya sinergitas dapat terus berjalan baik. Dan akhir kata Festival Melayu Gemeoh Siam-Ultima Kecamatan Melak Kabupaten Kutai Barat 2022, saya nyatakan resmi dibuka,” tutupnya sembari mengetuk selama 3 kali sebagai tanda resminya dibuka kegiatan tersebut.

Kemudian, disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Yuyun Diah Setiorini mengungkapkan bahwa festival ini merupakan kerjasama antar Dinas Pariwisata dan Pemerintah Kecamatan Melak.

“Kami dari Dispar berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Melak agar dapat bekerjasama melaksanakan festival ini dengan berbagai rangkaian. Yaitu selain festival budaya dan perahu melayu juga ada tari kolosal, lomba pidato dan puisi bahasa Kutai, tari jepen melayu, makan bekerobok besela, lomba fashion casual melayu dan olahraga tradisional. Serta juga festival kuliner khas melak dan stand pameran dan hiburan lokal,” bebernya.

Ia katakan bahwa tujuan kegiatan ini adalah dapat meningkatkan ekonomi kerakyatan dan ekonomi kreatif yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya di Kecamatan Melak pada hari ini. Dan berharap dari 190 kampung dan 16 kecamatan di Kabupaten Kutai Barat ini dapat mengadakan ivent-ivent festival yang dapat mengangkat kearifan lokal Kabupaten Kutai Barat yang mana juga berharap kecamatan lain dapat termotivasi.

“Jadi wisata bukan hanya objek wisata tetapi wisata budaya, wisata seni, wisata olagraga, wisata belanja dan wisata kuliner. Semuanya ada di Kutai Barat. Dan semoga pelaksaan festival ini hingga akhir dapat terlaksana dengan baik,” tukas Kadispar.

Lalu, disampaikan oleh Ketua Panitia  H. Mauliddin Said menjelaskan bahwa festival gemeoh siam ultima ini merupakan sejarah pertama kali diadakan. Dan festival ini ialah merupakan kegiatan silahturami yang mana gemeoh artinya adalah berkumpul. Dimana menjadi satu seluruh suku masyarakat di Kecamatan Melak.

“Inilah makna festival gemeoh yang artinya berkumpul, berdiskusi dan silahturahmi. Wujud dari gemeoh mengangkat kerarifan lokal melayu direkatkan kembali budaya melayu gemeoh. Dan kedepan festival ini akan digelar kembali dengan lebih meriah,” pungkas Camat Melak yang juga sebagai ketua panitia.

Penulis : Lilis.    Editor : Emanuel

Dinkes Kubar Gelar Bimtek E- Puskesmas

Dinkes Kubar Gelar Bimtek E- Puskesmas

Asisten II Rahmat saat membuka Bimtek E – Puskesmas yang dilaksanakan Diskes Kutai Barat. Foto : Firdaus (Diskominfo).

kominfokubar-Sendawar. Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Barat, menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) E – Puskesmas (Sistem Informasi Administrasi Kesehatan)  bagi  19 Puskesmas  di Kabupaten Kutai Barat.

Acara dibuka langsung oleh Asisten II Rahmat, dan di dampingi oleh Kepala Dinas Keshatan Ritawati Sinaga, serta menghadirkan narasumber dari PT. Infokes  Indonesia Andri Maulana, berlangsung di ruang rapat lantai III Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP3D), Rabu (28/9/2022).

Aplikasi E-Puskesmas yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pencatatan data secara digital pada puskesmas Sistem terintegrasi yang mengimplementasikan aplikasi berbasis desktop dengan aplikasi berbasis online (website) yang digunakan oleh puskesmas untuk melakukan pencatatan data pelayanan sehari-hari. mulai dari data pasien, rekam medic dan obat-obatan.

Mengawali sambutan Bupati Kutai Barat Fx. Yapan yang dibacakan oleh Asisten II Rahmat menyampaikan, Semoga dengan adanya pelaksanaan bimtek ini dapat menunjang kegiatan pelayanan kesehatan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat guna mewujudkan Kutai Barat  Semakin Adil, Mandiri dan Sejahtera Berlandaskan Ekonomi Kerakyatan dan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia.

Lanjutnya, mengingat begitu penting output dari pelaksanaan kegiatan pada hari ini, maka saya selaku Kepala Daerah mengharapkan kepada seluruh peserta bimtek yang terdiri dari 19 Puskesmas dengan utusan masing-masing 2 orang, 2 orang utusan UPT GFK dan 5 Orang dari Dinas Kesehatan untuk dapat mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya dan kemudian yang lebih penting adalah implementatifnya. “Saya harap seluruh bekal ilmu pengetahuan dan wawasan yang diperoleh dengan mengikuti kegiatan ini dapat segera diterapkan di wilayah kerja masing-masing.” Tegasnya.

Kemudian mengakhiri sambutannya Asisten II Rahmat mengucapkan terimakasih kepada PT. Infokes  Indonesia selaku Narasumber yang telah hadir pada hari ini dan apresiasi bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Barat yang telah menggagas dan  melaksanakan kegiatan bimtek ini.

“Kiranya tujuan pelaksanan bimtek ini dapat tercapai terutama untuk peningkatan sumber daya manusia kita berdasar pada kemampuan pengelolaan data kesehatan berbasis elektronik yang berdampak positif bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Kutai Barat untuk Hari Esok Yang Lebih Baik Dari pada Hari Ini,” pungkasnya.

Penulis : Donni.       Editor : Emanuel

Tanoto Foundation Gelar Pelatihan Menulis Praktik Baik Dan Membuat Video Kepada Fasilitator Daerah

Tanoto Foundation Gelar Pelatihan Menulis Praktik Baik Dan Membuat Video Kepada Fasilitator Daerah

Pelaksanaan kegiatan pelatihan menulis dengan baik, mengambil gambar dan mengedit Video. Foto : Welin (Diskominfo).

Kominfokubar-Sendawar. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Barat yang berkerjasama dengan Tanoto Foundation menggelar pelatihan menulis praktik baik dan membuat video kepada Fasilitator Daerah (Fasda) Kutai Barat. Kegiatan ini dihadiri dan dibuka Kepala Bidang Informasi Media Dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Kutai Barat Yesi Alexander, juga dihadiri Pranata Humas Diskominfo Kutai Barat, Narasumber, pihak Tanoto Poundation dan peserta pelatihan, bertempat digedung Aji Tullur Jejangkat (ATJ). Kamis (29/09/2022).

Mengawali kegiatan ini Kepala Bidang Informasi Media Dan Komunikasi Publik Yesi Alexander  menyampaikan pesan dan harapan  agar peserta mempergunakan kesempatan ini dengan baik sehingga dapat menambah pengetahuan terutama mengenai cara menulis berita yang  baik  yang nantinya dapat dilihat dan dipublikasikan sehingga praktik baik dapat ditiru dan dikembangkan oleh guru lain, oleh karena itu pada pelatihan ini setiap peserta yang mengikuti kegiatan ini wajib membuat praktik baik dalam proses pembelajaran.

Kemudian Yesi Alexander  juga berharap peserta dengan kemampuannya nanti dapat mempublikasikan potensi-potensi  yang ada di Kutai Barat, terutama daerah-daerah wisata agar diketahui orang luar daerah Kutai Barat.

Sementara itu perwakilan dari Tanoto Foundation Ifan menjelaskan sebagai salah satu founder dunia pendidikan Indonesia, Tanoto Foundation selalu berusaha memberikan pelatihan kepada setiap pendidik dalam rangka peningkatan profesionalisme dalam proses pembelajaran baik perencanaan, pelaksanaan bahkan sampai proses pelaporan dan dokumentasi dalam rangka penyebaran informasi dalam pembelajaran.

“Pelatihan ini juga mengajak para peserta untuk langsung praktik cara menulis yang baik dan menyunting video pembelajaran dengan terlebih dahulu mengunduh aplikasi VN  di smartphone.” Jelasnya.

Kemudian peserta menyiapkan foto, video dan template yang dibutuhkan dalam menggarap video pembelajaran. Peserta menyiapkan peralatan yang akan digunakan seperti smartphone, pencahayaan, sudut pengambilan video, latar belakang yang digunakan dan pengambilan suara agar terdengar dengan baik.

“Untuk mendukung program pintar ini berjalan sesuai harapan dan cepat dimengerti peserta, kami  mendatang narasumber berasal dari Kaltim Pos, Tribun Kaltim dan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kutai Barat.”  Pungkasnya.

Penulis : Welin.     Editor : Emanuel

Diskominfo Kubar Harapkan Dukungan Infrastruktur Jaringan Dari Pemprov Kaltim

Diskominfo Kubar Harapkan Dukungan Infrastruktur Jaringan Dari Pemprov Kaltim

Kunjungan kerja Plt. Kadis Kominfo Kubar bersama tim bertemu langsung dengan kepala Dinas Kominfo Kaltim. Foto : Aryo (Diskominfo).

Kominfokubar-Samarinda. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mengharapkan dukungan pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Pasalnya, masih banyak wilayah di Kubar yang masih mengalami blank spot. Terutama desa-desa yang terletak di wilayah pedalaman dan perbatasan.

Hal itu disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskominfo Kubar, Rustam S.E, M.Si saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Diskominfo kaltim, Kamis (22/9/2022).

Ia berharap, Pemerintah Provinsi melalui Diskominfo Kaltim dapat memprioritaskan Kabupaten Kubar dalam pembangunan jaringan infrastruktur Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK).

“Karena pembangunan jaringan ini juga penting dan jadi kebutuhan dasar masyarakat. Boleh kita bangun jalan dan jembatan, tapi kalau akses jaringan tidak ada, masyarakat masih tetap kesulitan,” kata Rustam.

Di samping dukungan infrastruktur jaringan, Diskominfo Kubar juga meminta kepada Diskominfo Kaltim untuk melakukan back-up data server milik Pemkab Kubar. Sebab, pemerintah kabupaten belum menyiapkan back up data server secara mandiri. Selain server yang dititipkan di Diskominfo provinsi Kaltim.

“Server Kubar disini, server kita tidak ada cloud atau back up. Jadi kita minta provinsi untuk menyiapkan back up data,” tambahnya.

Kunjungan Diskominfo Kubar itu, diterima langsung oleh Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal. Sekaligus Ia mengapresiasi kunjungan Diskominfo Kubar, karena Kubar dan Mahakam Ulu (Mahulu) merupakan dua wilayah perbatasan di Kaltim yang menjadi perhatian pemerintah provinsi.

Faisal pun berkomitmen, pemerintah provinsi akan mendukung penuh upaya pembangunan jaringan infrastruktur di Tanaa Purai Ngeriman, sebutan Kabupaten Kubar.

Meski demikian, Faisal menjelaskan kewenangan pembangunan tower Base Transceiver Station (BTS) adalah kewenangan pemerintah pusat. Pihaknya hanya bisa melakukan penyediaan akses telekomunikasi melalui jaringan Fiber Optik (FO).

“Tahun ini kita fokus membangun jaringan FO di desa-desa. Rencananya ada 40 desa yang akan kami launching untuk desa bebas blank spot menggunakan FO ini, termasuk di antaranya ada beberapa desa di wilayah Kutai Barat,” kata Faisal.

Jaringan FO itu, nantinya akan dipasang di fasilitas milik desa, seperti kantor desa, puskesmas, atau sekolah. Penyaluran jaringan internet akan disalurkan ke rumah-rumah milik masyarakat desa. Masyarakat dapat membayar biaya penggunaan internet kepada Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) setempat. Kemudian, Bumdes dapat mengelola penghasilan dari pembayaran internet masyarakat itu, untuk pengelolaan jaringan FO secara mandiri.

“Jadi tahun pertama, kami yang bayarkan tagihan internetnya, full selama setahun. Duit dari masyarakat, biar menjadi modal Bumdes untuk pengelolaan secara mandiri tahun selanjutnya,” jelas Faisal.

Sementara untuk back up data server, Faisal menyebut pihaknya telah melakukan back up data server milik pemerintah kabupaten/kota dan perangkat daerah se-Kaltim. Back up data server itu, dilakukan di Jakarta dan Bali.

Keamanan data server saat ini memang menjadi perhatian pihaknya. Mengingat keamanan data sangat riskan untuk disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Penulis : Aryo.     Editor : Emanuel

UMP 2022 Kutai Barat Ada Kenaikan

UMP 2022 Kutai Barat Ada Kenaikan

Wakil Bupati Kutai Barat, H. Edyanto Arkan saat memberikan keterangan terkait kenaikan UMP tahun 2022 di Kutai Barat. Foto : Lilis (Dinkominfo).

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR.  Kenaikan UMP tahun 2022  telah ditetapkan melalui surat keputusan (SK) Gubernur Kalimantan Timur Nomor 561/K/568/2021 sebesar Rp 3.014.497,  Upah Minimum Provinsi (UMP) Kalimantan Timur tahun 2022 nanti sudah dipastikan mengalami kenaikan sebesar Rp 33.118,50 atau naik 1,1 persen dari UMP tahun 2021.

Meski kenaikan besaran UMP tersebut terbilang sangat minim, namun beberapa pemerintah daerah di Kalimantan Timur tetap menerima keputusan tersebut, termasuk pemerintah Kabupaten Kutai Barat.

Diketahui, UMK di wilayah Kabupaten Kutai Barat tahun 2021 hampir sama seperti Kabupaten/Kota lainnya di Provinsi Kalimantan Timur, yakni berkisar pada angka Rp 3.2 juta ke atas, ungkap Wakil Bupati kepada awak media, Kamis, (25/11).

Wakil Bupati Kutai Barat H. Edyanto Arkan mengatakan bahwa “Pemerintah Kabupaten Kutai Barat akan memberlakukan kenaikan upah minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2022 sesuai peraturan pemerintah Provinsi.” pihaknya dalam waktu dekat akan segera membahasnya dengan Dinas terkait termasuk perwakilan buruh yang ada di Kutai Barat.

Disebutkannya bahwa  kepastian  besaran kenaikan UMK di Kabupaten Kutai Barat tahun 2022, kurang lebih sama dan tidak melebihi provinsi apalagi sektor kita ini adalah sektor yang hampir sama dengan provinsi yaitu kebun dan tambang,”  tukasnya.

Penulis : Lilis.  Editor  : Emanuel.

Tiba Di Kutai Barat, Kapolda Kaltim Lanjutkan Kunjungan Ke Mahulu Untuk Meninjau Lokasi Pembangunan Polres Mahulu

Tiba Di Kutai Barat, Kapolda Kaltim Lanjutkan Kunjungan Ke Mahulu Untuk Meninjau Lokasi Pembangunan Polres Mahulu

Kapolda Kaltim, Irjen Pol Herry Rudolf Nahak saat disambut oleh Bupati Kubar, FX Yapan  di bandara Melalan. Foto : Welin (Dinkominfo)

KOMINFOKUBAR – SENDAWAR.  Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Timur, Irjen Pol Herry Rudolf Nahak beserta rombongannya melakukan kunjungan kerja di wilayah Kutai Barat dan Mahakam Ulu,  disambut langsung oleh Bupati Kutai Barat FX Yapan beserta Forkopimda di Bandara Melalan Kabupaten Kutai Barat, Kamis (25/11).

Bupati ucapkan “Selamat datang di Kabupaten Kutai Barat yakni di Kota Sendawar di Bumi Tana Purai Ngeriman,” diutarakannya bahwa sangat menyambut baik dalam kunjungan Kapolda ke Kutai Barat.

Wakapolres Kutai Barat, Kompol I Nyoman Wijana mengatakan bahwa “kunjungan Kapolda Kaltim ini yakni untuk memantau perkembangan penyebaran dan penanganan Covid-19 di Kabupaten Kutai Barat sekaligus meninjau lokasi lahan persiapan pembangunan Mako Polres di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu),” dengan didampingi oleh Kapolres Kutai Barat, AKBP Irwan Yuli Prasetyo.

Dijadwalkan usai melakukan tatap muka bersama Bupati Mahulu dan meninjau lokasi pembangunan Mako Polres Mahulu, Kapolda Kaltim akan kembali ke Kutai Barat pada hari yang sama, Kemudian menghadiri pertemuan tatap muka  bersama Bupati Kutai Barat pada malam harinya.

Penulis : Lilis.  Editor  : Emanuel

Dinas Pertanian Kutai Barat Kejar Pembuatan SK Pemetaan Indikatif ANKT Hingga Bulan Desember 2021

Dinas Pertanian Kutai Barat Kejar Pembuatan SK Pemetaan Indikatif ANKT Hingga Bulan Desember 2021

Pelaksanaan rapat pembahasan pemetaan indikatif ANKT oleh Dinas Pertanian Kutai Barat. Foto : Lilis (Dinkominfo)

KOMINFOKUBAR – SENDAWAR.  Keberadaan hutan yang sudah mulai terdegradasi dengan semakin banyaknya populasi memang harus menjadi perhatian seluruh pihak, bukan hanya tingkat nasional tetapi juga internasional, apalagi hutan kini dianggap sebagai paru-paru dunia yang memang patut dilestarikan serta di jaga. Untuk itu, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Kutai Barat berupaya menjaga keberadaan hutan yang memang sangat perlu untuk tetap dipertahankan keberadaannya terutama di wilayah Kabupaten Kutai Barat.

“Kami telah menggelar rapat pemetaan indikatif Areal Nilai Konservasi Tinggi (ANKT),  sebagai tindak lanjut dari deklarasi kesepakatan pengembangan pembangunan perkebunan berkelanjutan bersama Kepala Daerah, berkomitmen untuk bisa menetapkan ANKT wilayah Kutai Barat yang luasnya  86.658,62 hektare (ha),” ungkap Petrus selaku Kepala Dinas Pertanian  Kutai Barat,  Rabu (24/11).

Dijelaskankan bahwa “akan memfokuskan untuk menetapkan pemetaan indikatif ANKT khususnya dari perusahaan yang sudah menyampaikan ANKT,  dimana dari 37 perusahaan yang diminta untuk menyampaikan ANKT di wilayah kerjanya, baru 15 perusahaan yang sudah menyampaikannya  dengan luas  keseluruhan 5.152,91 hektare dan selebihnya masih belum  menyampaikan terkait ANKT ini.”

Kita juga mendorong agar areal ini bisa segera ditetapkan untuk dibuatkan peta indikatifnya sebagai lampiran untuk pembuatan Surat Keputusan (SK) Bupati mengenai wilayah ANKT di Kutai Barat, kemudian ditargetkan pada bulan Desember 2021, SK ANKT yang berada di areal perusahaan tersebut bisa segera terealisasi, sebab dari 9 Kabupaten/Kota yang ada di Kalimantan Timur,  hanya Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Paser yang belum  menyampaikan laporan ANKT ini,” tandasnya.

Penulis : Lilis.  Editor  : Emanuel

Turunnya Level PPKM, Wabup Ingatkan Masyarakat Tetap Patuhi Prokes

Turunnya Level PPKM, Wabup Ingatkan Masyarakat Tetap Patuhi Prokes

Wakil Bupati Kutai Barat saat menyampaikan    perkembangan PPKM di Kutai Barat pada Media Kominfokubar. Foto : Lilis (Dinkominfo)

KOMINFOKUBAR–SENDAWAR. Sudah turunnya level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Kutai Barat ke level 2 menjadikannya berada di wilayah zona kuning penyebaran Corona Virus Diseace (Covid-19),  dengan turunnya level tersebut, diharapkan tidak dijadikan alasan oleh masyarakat untuk menurunkan kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes). “Saat ini Kutai Barat sudah berada di level 2 PPKM, dan memang masih termasuk dalam zona kuning,” ungkap Wakil Bupati Kutai Barat, Edyanto Arkan, Rabu (24/11).

Ditambahkannya, turun level PPKM ini bukan berarti sudah bebas sepenuhnya dari pandemi Covid-19, Oleh karenanya diminta kepada seluruh masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan prokes  serta mengikuti anjuran dan imbauan yang terus dilaksanakan oleh pemerintah guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 yang masih mungkin bisa terjadi.

Langkah pemerintah daerah dalam mengantisipasi lonjakan kasus yang masih mungkin terjadi tersebut adalah tetap menghimbau masyarakat menjalankan prokes. Selain itu, upaya lainnya adalah dengan mempercepat vaksinasi kepada masyarakat,” jelasnya.

Upaya tetap menjalankan prokes secara disiplin ini diharapkan menjadi penangkal dalam bertambahnya kasus, upaya menjalankan prokes ini harus tumbuh dari kesadaran diri masing-masing terutamanya dalam menggunakan masker dan menjaga jarak, tandasnya.

Penulis  : Lilis.  Editor  : Emanuel